Penyelenggaraan ajang lari erafone Run kembali menyapa para pencinta olahraga di tanah air. Pada edisi keempatnya, kompetisi lari ini untuk pertama kalinya menyambangi Jawa Barat melalui "erafone Run 2026 Bandung Series". Berlangsung pada Minggu (9/8/2026), acara ini sukses mengintegrasikan konsep lari lintas alam (trail run), festival musik, serta promosi gaya hidup aktif dalam satu rangkaian kegiatan yang dinamis.
Mengambil lokasi di kawasan ikonik Gunung Tangkuban Perahu, tepatnya berpusat di Terminal Bus Jayagiri, ajang ini berhasil memikat antusiasme sekitar 2.000 peserta. Para pelari disuguhkan petualangan olahraga yang berbeda dari biasanya, dengan rute yang mengombinasikan lintasan aspal (road run) dan jalur tanah pegunungan yang menantang.
Penyelenggara menyediakan dua kategori jarak yang dapat dipilih, yakni 5K untuk kategori umum, serta 10K yang terbagi menjadi kelas Open dan Master. Selama menyusuri lintasan, peserta ditantang melewati rimbunnya hutan lindung, melintasi Lorong Lumut yang eksotis, hingga Kawah Domas, sebelum akhirnya mendaki menuju kawasan Kawah Ratu. Karakteristik jalur ini menuntut ketahanan fisik sekaligus memberikan kesempatan bagi peserta untuk menikmati panorama alam khas dataran tinggi Bandung.
Kegembiraan peserta tidak berhenti di garis finis. Mengusung tema besar #RunTheBeat, area Race Village disulap menjadi ruang festival yang meriah. Di sini, para pelari dapat berinteraksi dengan sesama komunitas, mengunjungi berbagai stan aktivasi dari mitra sponsor, serta mengikuti pengundian puluhan hadiah menarik mulai dari produk elektronik hingga aksesori gawai.
Kemeriahan acara ditutup secara spektakuler lewat penampilan enerjik dari grup musik The Changcuters. Sebagai informasi, erafone Run memulai perjalanannya di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2023 dan kembali digelar di sana pada tahun 2025. Ekspansi ke Bandung pada tahun 2026 ini diharapkan dapat terus memacu pertumbuhan komunitas lari lokal serta membudayakan gaya hidup sehat di Indonesia.