Hubungan antara Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memanas. UEFA secara terbuka menyatakan penolakan keras terhadap rencana FIFA yang ingin menjual saham komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Sebagai bentuk protes nyata, UEFA mengancam akan menarik seluruh tim nasional anggotanya dari segala turnamen yang diselenggarakan oleh FIFA.

Melalui pernyataan resminya, konfederasi yang menaungi 55 asosiasi sepak bola di Eropa ini menegaskan persatuan mereka untuk menolak pengalihan hak kepemilikan turnamen bergengsi tersebut. UEFA menegaskan tidak akan ada satu pun negara Eropa yang berpartisipasi dalam kompetisi FIFA selama rencana komersialisasi itu masih dipertahankan.

Bagi UEFA, Piala Dunia bukan sekadar produk bisnis yang bisa diperjualbelikan kepada korporasi. Turnamen empat tahunan ini dipandang sebagai warisan olahraga bersejarah yang dibangun secara kolektif oleh para pemain, tim nasional, dan jutaan penggemar lintas generasi di seluruh dunia. Oleh karena itu, nilai historis tersebut harus tetap dijaga dari kepentingan komersial murni.

UEFA juga mengecam proses perancangan proposal tersebut yang dinilai tidak transparan. Badan sepak bola Eropa itu menyayangkan langkah FIFA yang merumuskan rencana besar ini secara sembunyi-sembunyi tanpa melibatkan konsultasi mendalam dengan pemangku kepentingan yang memiliki andil besar dalam mengelola ekosistem sepak bola global.

Perselisihan ini dipicu oleh wacana dari Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang menjajaki peluang kemitraan dengan investor swasta. Rencana tersebut mencakup pembentukan entitas baru untuk mengelola hak komersial turnamen utama FIFA, termasuk Piala Dunia pria dan wanita, serta Piala Dunia Antarklub.