Pemerintah Tiongkok secara resmi menyerukan urgensi kolaborasi global dalam mengantisipasi penyalahgunaan teknologi mutakhir oleh kelompok radikal. Dalam forum internasional, perwakilan Tiongkok menegaskan bahwa pencegahan terhadap penetrasi "Tiga Kekuatan Jahat"—yang meliputi terorisme, separatisme, dan ekstremisme—harus menjadi prioritas bersama melalui pemanfaatan inovasi teknologi yang bertanggung jawab.
Perkembangan pesat teknologi informasi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan sistem komunikasi terenkripsi, kini kerap disalahgunakan oleh jaringan teror untuk menyebarkan propaganda negatif, merekrut anggota baru, hingga memobilisasi dana secara ilegal. Oleh karena itu, adopsi teknologi pertahanan siber yang canggih dinilai menjadi kunci utama dalam mendeteksi dan memblokir pergerakan kelompok-kelompok tersebut sejak dini.
Selain memperkuat sistem pertahanan teknologi, delegasi Tiongkok juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas regulasi bersama antarnegara. Langkah koordinatif ini diharapkan mampu mempersempit ruang gerak aktor-aktor non-negara yang mengancam stabilitas geopolitik serta keamanan warga dunia di era digital saat ini.