Sinergi antara pelaku industri, lembaga pendidikan, dan petani swadaya dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas perkebunan kelapa sawit rakyat. Hal ini melatarbelakangi kunjungan lapangan (field trip) yang diikuti oleh 171 peserta, terdiri dari pekebun mandiri dan enam aparatur sipil negara (ASN) dari Kabupaten Barito Utara, ke area konsesi PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Region 3 Pundu, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kegiatan edukatif ini merupakan bagian dari Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit yang diinisiasi oleh Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY). Program strategis tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) serta Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian.

Selama kunjungan, para peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai tata kelola perkebunan modern. Pembelajaran mencakup seluruh fase budidaya, mulai dari pengelolaan pembibitan (nursery), perawatan tanaman belum menghasilkan (TBM), proses peremajaan (replanting), hingga optimalisasi tanaman menghasilkan (TM). Melalui metode ini, teori yang telah didapatkan di kelas dapat langsung dicocokkan dengan praktik riil di lapangan.

Region Head 3 Pundu PT BGA, Lavin Dwi Saputra, menyambut baik antusiasme para pekebun. Ia menekankan bahwa kunjungan ini menjadi ruang diskusi dua arah yang produktif. Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah pengelolaan TM 1, di mana PT BGA memproyeksikan produktivitas tandan buah segar (TBS) mampu mencapai 24 ton per hektare pada usia tanaman tiga tahun melalui pemilihan benih berkualitas dan pemupukan presisi.

Sementara itu, Wakil Direktur AKPY, Dr. Idum Satia Santi, menjelaskan bahwa pemilihan PT BGA sebagai lokasi studi banding didasarkan pada kelengkapan fasilitas dan sistem manajemen perkebunan yang mereka miliki. Diharapkan, para petani dapat mengadopsi prinsip-prinsip manajemen skala makro tersebut untuk diterapkan secara adaptif di lahan perkebunan rakyat masing-masing demi mendongkrak kesejahteraan mereka.