Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi telah menyetujui penggabungan atau merger PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Ophir ke dalam PT BPR Swadaya Anak Nagari. Kedua entitas perbankan lokal tersebut berlokasi di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Keputusan ini dituangkan dalam Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-44/D.03/2026 tertanggal 19 Juni 2026. Persetujuan merger ini merupakan bagian integral dari strategi konsolidasi industri perbankan yang berkelanjutan yang digagas oleh regulator.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, menjelaskan bahwa merger ini diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan. "Melalui penggabungan usaha, BPR dapat memperkuat permodalan dan meningkatkan daya saing, serta memperkuat penerapan tata kelola dan manajemen risiko," ujar Roni Nazra dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Tujuan utama dari konsolidasi ini adalah untuk memperkokoh struktur permodalan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas kapasitas layanan kepada masyarakat, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini juga merupakan wujud komitmen para pelaku industri dalam memenuhi ketentuan Peraturan OJK (POJK) Nomor 7 Tahun 2024 tentang BPR dan BPR Syariah.

Aksi merger ini sejalan dengan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR-BPR Syariah tahun 2027, yang salah satu pilarnya adalah penguatan struktur dan daya saing melalui akselerasi konsolidasi. Dengan terwujudnya merger ini, jumlah BPR dan BPR Syariah di wilayah kerja OJK Provinsi Sumatera Barat per Mei 2026 menjadi 59 BPR dan 14 BPR Syariah, menurun dari tahun sebelumnya.

OJK meyakini bahwa konsolidasi seperti ini akan menciptakan industri BPR yang lebih sehat, kompetitif, dan memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai risiko bisnis. Di samping itu, regulator juga mengimbau seluruh nasabah dan masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan layanan perbankan mereka kepada industri BPR yang terus diperkuat melalui kebijakan konsolidasi yang sehat dan terarah.