PT Elnusa Tbk, anggota Subholding Upstream Pertamina, terus memperkokoh posisinya di sektor jasa energi terintegrasi melalui penguatan lini Geoscience & Reservoir Services (GRS). Langkah strategis ini diambil untuk menjawab kompleksitas dan tantangan dalam memetakan potensi sumber daya energi di berbagai wilayah dengan medan geografis yang sulit.
Melalui GRS, Elnusa menerapkan pendekatan hulu-ke-hilir yang mencakup akuisisi, pengolahan, hingga pemodelan data bawah permukaan. Integrasi proses ini dirancang untuk menghasilkan citra bawah permukaan beresolusi tinggi (high-resolution subsurface insights) yang krusial bagi ketepatan pengambilan keputusan teknis serta investasi eksplorasi migas nasional.
Sekretaris Perusahaan PT Elnusa Tbk, Rustam Aji, menjelaskan bahwa adopsi teknologi mutakhir harus diimbangi dengan kesiapan ekosistem operasional di lapangan. Menurutnya, teknologi dan inovasi berfungsi sebagai akselerator untuk menghadirkan solusi energi yang adaptif serta bernilai tambah bagi pelanggan secara berkelanjutan.
Rekam jejak teknologi seismik Elnusa terus berevolusi secara signifikan sejak 2005. Perusahaan kini telah mengadopsi teknologi nirkabel modern seperti SmartSolo dan puluhan ribu channel node STRYDE untuk mempermudah survei di area terpencil. Kesiapan operasional ini didukung oleh ribuan unit Ocean Bottom Nodes, ratusan alat bor seismik, armada kapal seismik nasional, hingga kendaraan Vibroseis.
Salah satu inovasi lokal yang menonjol adalah MiniVibro, alat pembangkit getaran seismik kompak hasil rekayasa teknik dalam negeri. Perangkat ini dirancang khusus untuk kebutuhan survei geohazard dan geoteknik di area dengan akses mobilitas terbatas. Selain itu, Elnusa mengembangkan metode Vibroseismic Enhanced Oil Recovery (EOR) guna membantu optimalisasi produksi sumur migas secara ramah lingkungan.
Seluruh keandalan operasional tersebut disokong penuh oleh infrastruktur logistik terpadu di Warehouse BSD seluas 4.505 meter persegi di Tangerang Selatan. Fasilitas ini mengelola rantai pasok secara ketat melalui sistem Asset Reliability & Productivity, memastikan seluruh peralatan siap dimobilisasi dalam kondisi prima menuju lokasi kerja.