Kontingen Indonesia dipastikan akan tetap mengirimkan wakilnya dari tiga cabang olahraga (cabor) untuk berlaga di ajang Asian Games 2026 yang bakal digelar di Aichi-Nagoya, Jepang. Menariknya, ketiga cabor tersebut—panjat tebing, sepatu roda, dan e-sports—memutuskan untuk berangkat menggunakan skema pembiayaan mandiri atau swadaya akibat keterbatasan alokasi anggaran resmi dari pemerintah.
Langkah berani ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan strategis demi menjaga kelangsungan prestasi atlet di kancah internasional. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengungkapkan bahwa keputusan ini justru menjadi momentum penting untuk mendorong kemandirian dan mentalitas tangguh para atlet. Dengan skema swadaya ini, diharapkan fokus persiapan para atlet tidak terganggu oleh kendala birokrasi anggaran.
Kendati tidak mendapatkan kucuran dana keberangkatan dari anggaran belanja negara, para atlet dari ketiga cabor ini dipastikan tidak berjuang sendirian. KONI berkomitmen penuh untuk tetap memfasilitasi program pelatihan serta menyediakan sarana dan prasarana penunjang yang memadai. Dukungan non-finansial ini diberikan guna menjamin kesiapan fisik dan mental para atlet sebelum bertolak ke Negeri Sakura.
Saat ini, persiapan intensif terus digodok oleh masing-masing pengurus cabor demi membawa pulang medali emas. Inisiatif keberangkatan mandiri ini diharapkan tidak hanya menjadi jalan keluar atas keterbatasan dana, melainkan juga menjadi proyek percontohan yang inspiratif bagi cabang olahraga lain dalam mengelola pembinaan atlet secara berkelanjutan di masa depan.