SanDisk secara resmi memulai fase produksi teknologi memori terbarunya, BiCS10. Inovasi ini diklaim mampu meningkatkan kepadatan bit hingga 59 persen dibandingkan generasi sebelumnya, sebuah langkah krusial dalam memitigasi risiko operasional sebelum perusahaan melakukan komersialisasi secara masif di pasar global.

Peningkatan kapasitas penyimpanan ini menjadi katalis utama bagi lonjakan pendapatan pusat data perusahaan yang tercatat melonjak hingga 230 persen secara berurutan. Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya permintaan terhadap perangkat keras pendukung kecerdasan buatan (AI), khususnya untuk kebutuhan AI inference, KV cache, dan penggunaan solid state drive (SSD) di sektor korporasi.

Selain kemajuan teknis, SanDisk juga telah mengamankan posisi finansialnya melalui lima perjanjian kontrak multi-tahun yang menjanjikan pendapatan minimum senilai 42 miliar dolar AS. Dengan adanya jaminan keuangan sebesar 11 miliar dolar AS, perusahaan kini memiliki prediktabilitas laba yang lebih kuat, menjadikannya pilihan investasi yang dinilai lebih stabil dan minim volatilitas dibandingkan kompetitornya seperti Micron.