Seni kini tidak lagi dipandang sebatas sarana hiburan atau media ekspresi estetika semata. Melalui program inovatif bertajuk "Arts Therapy is Happiness: Membangun Kesehatan Jiwa melalui Seni, Humanisme, dan Budaya" yang digelar di Taman RSA UGM Yogyakarta, Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) mengintegrasikan aktivitas seni sebagai bagian dari upaya pemulihan klinis dan peningkatan kesehatan jiwa pasien.

Direktur Utama RSA UGM, Darwito, menjelaskan bahwa pendekatan dunia medis modern selayaknya tidak hanya bertumpu pada intervensi obat-obatan atau kecanggihan teknologi kedokteran semata. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan psikologis melalui seni memegang peranan krusial dalam menumbuhkan rasa bahagia, yang pada akhirnya mempercepat proses penyembuhan.

Aktivitas ekspresif seperti membaca puisi, musikalisasi, hingga bernyanyi dinilai mampu menstimulasi hormon kebahagiaan dalam tubuh. Darwito menambahkan, gairah dan perasaan senang yang muncul dari proses berkesenian ini secara biologis dapat memperkuat sistem imunitas, sehingga tubuh menjadi lebih tangguh dalam melawan penyakit. Kendati demikian, ia menekankan perlunya penelitian klinis lanjutan guna mengukur dampak tersebut secara lebih presisi.

Senada dengan hal itu, Ketua Dewan Guru Besar UGM, M. Baiquni, menyatakan bahwa terapi seni merupakan bagian dari upaya memandang kesehatan manusia secara utuh yang menyelaraskan nalar, naluri, dan nurani. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup sebagai variabel pendukung kesehatan manusia, mengusung prinsip bahwa manusia yang sehat hanya bisa tumbuh di bumi yang sehat pula.

Melalui kolaborasi akademis dan praktisi kesehatan ini, kegiatan serupa diharapkan dapat diselenggarakan secara berkala. Upaya berkelanjutan ini ditargetkan mampu memasyarakatkan terapi seni sebagai salah satu metode pemulihan mandiri demi mewujudkan masyarakat yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga sejahtera secara batin.