KENDARI — Pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi menggelar audiensi dengan jajaran pimpinan DPRD Provinsi Sultra di Kendari. Pertemuan strategis ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam memasyarakatkan olahraga demi mewujudkan warga Sultra yang sehat, bugar, dan produktif.

Sebagai lembaga resmi yang menaungi 17 Induk Organisasi Olahraga Kemasyarakatan (INORGA) di tingkat provinsi berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, KORMI Sultra membawahi berbagai komunitas olahraga. Beberapa di antaranya meliputi SPARKO, Indonesia Off-road Federation (IOF), Yayasan Jantung Indonesia (YJI), IESPA, hingga pelestari olahraga tradisional dan senam.

Dalam menjalankan roda organisasinya, KORMI Sultra membagi fokus kerjanya ke dalam tiga komisi utama, yakni Komisi Olahraga Kesehatan & Kebugaran (OKK), Komisi Olahraga Petualangan & Digital (OPTD), serta Komisi Olahraga Tradisional & Budaya (OTKB). Pembinaan yang dilakukan senantiasa mengusung prinsip yang mudah, murah, menarik, bermanfaat, dan merakyat.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan KORMI Sultra memaparkan sejumlah kendala krusial yang tengah dihadapi di lapangan. Masalah utama yang disoroti mencakup keterbatasan anggaran pembinaan yang belum masuk dalam pos khusus APBD, minimnya ruang terbuka publik yang ramah olahraga, serta masih adanya mispersepsi publik yang menganggap olahraga hanya berfokus pada prestasi atlet profesional semata.

Guna mengatasi hambatan tersebut, KORMI Sultra menyodorkan lima poin usulan dukungan kepada legislatif. Usulan tersebut meliputi alokasi anggaran khusus pada APBD untuk persiapan FORNAS IX 2027 di Palu, penyusunan Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai payung hukum, pembangunan Taman Olahraga Masyarakat di kabupaten/kota, fasilitasi koordinasi dengan instansi perencanaan daerah, hingga ajakan kepada anggota dewan untuk menjadi duta promosi olahraga di dapil masing-masing.

Upaya menghidupkan olahraga masyarakat ini diyakini membawa dampak positif yang luas, mulai dari menekan angka penyakit tidak menular dan stunting, menggerakkan sektor UMKM lewat kegiatan massal, hingga mendongkrak pariwisata berbasis olahraga (sport tourism). Pihak KORMI menegaskan bahwa peran mereka tidak bersaing dengan KONI, melainkan saling melengkapi; jika KONI melahirkan atlet berprestasi, maka KORMI bertugas membangun fondasi masyarakat yang sehat agar siap menjadi juara.