Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah diplomasi konkret di tingkat internasional guna mendorong pembukaan blokade kemanusiaan di Gaza, Palestina. Langkah ini dinilai krusial menyusul memburuknya krisis kesehatan di wilayah tersebut, yang membuat ribuan pasien penyakit berat kesulitan mengakses pengobatan dasar.
Desakan tersebut disampaikan oleh Ketua DPP PKB Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Luluk Nur Hamidah, setelah menerima kunjungan dari Ketua Komite Yerusalem dan Palestina, Dr. Marwan Muhammad Ayesh Abu Ras, di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026). Pertemuan tersebut membahas kondisi mutakhir di Gaza yang kian memprihatinkan akibat isolasi wilayah yang berkepanjangan.
Luluk mengungkapkan kekhawatirannya atas kelumpuhan sistem kesehatan di Gaza akibat rusaknya berbagai fasilitas medis utama. Kondisi ini berdampak langsung pada pasien dengan penyakit kronis, khususnya penderita kanker dan anak-anak, yang terpaksa bertahan hidup tanpa penanganan medis dan pasokan obat-obatan yang memadai.
Menanggapi situasi darurat ini, PKB meminta Pemerintah RI mengoptimalkan seluruh saluran diplomasi, termasuk melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Upaya ini diharapkan dapat menekan komunitas internasional agar bersama-sama mendesak pembukaan koridor bantuan kemanusiaan serta menjamin keselamatan para tenaga medis yang bertugas di daerah konflik.