Inovasi kewirausahaan berbasis potensi lokal kembali ditunjukkan oleh civitas akademika Universitas Jember (UNEJ). Lewat tangan kreatif kelompok mahasiswa, budidaya cacing yang kerap dipandang sebelah mata kini disulap menjadi lini bisnis bernilai ekonomi tinggi melalui bendera TerraFarm. Usaha rintisan ini sukses melakukan hilirisasi produk hingga menjangkau pasar luar pulau.
TerraFarm dimotori oleh tiga mahasiswa UNEJ, yakni Afandi Irza Firmansyah sebagai Chief Executive Officer (CEO), Aditia Candra Satriya selaku Chief Product Officer (CPO), dan Bunga Chusnul Chadijah sebagai Chief Financial Officer (CFO). Berbeda dengan peternak cacing konvensional yang hanya menjual komoditas mentah, TerraFarm berfokus pada diversifikasi produk olahan. Lini produk mereka saat ini mencakup kascing (pupuk bekas cacing), Pupuk Organik Cair (POC), cacing segar, asam amino, hingga tepung cacing.
Kunci keberhasilan inovasi produk ini tidak terlepas dari pendampingan intensif dari Eka Tiyas Anggraeni, dosen pembimbing yang juga bertindak sebagai inventor dan mentor bisnis. Kehadiran akademisi dalam proses produksi ini memastikan kualitas inovasi tetap stabil sekaligus memperkuat arah bisnis agar memiliki keberlanjutan jangka panjang.
Untuk memperkuat cakar bisnisnya, TerraFarm menjalin kolaborasi strategis dengan sejumlah mitra industri terkemuka, seperti RAJ Organik Malang dan PT Agromonster Reswara Techno Malang. Kemitraan ini terbukti efektif dalam mendongkrak kapasitas produksi, pengujian standar mutu produk, hingga memperluas rantai distribusi. Hasilnya, jangkauan pasar mereka kini telah menembus kawasan Sampit di Kalimantan Tengah.
Di samping membidik pasar skala besar, strategi pendekatan langsung kepada konsumen lokal terus digencarkan. TerraFarm aktif memanfaatkan momentum bazar kampus, termasuk bazar Inaugurasi PKKMB UNEJ, untuk membangun kedekatan dengan pelanggan sekaligus menyerap masukan pasar secara langsung guna pengembangan produk ke depan.