Tim akademisi dari Universitas Negeri Makassar (UNM) memperkenalkan inovasi ramah lingkungan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) fashion di Kabupaten Gowa. Melalui program pengabdian masyarakat, mereka dilatih menerapkan teknologi Zero Waste Pattern guna meminimalisasi sisa kain dan menekan biaya produksi.

Kegiatan yang mengusung tema pemberdayaan kemitraan masyarakat ini dipusatkan di kelompok industri rumahan Dinamis Tailor, Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Pelatihan ini digagas oleh tim dosen UNM yang dipimpin oleh Nurhijrah, M.Pd., bersama Dr. Hamidah Suryani, M.Pd., dan Wabdillah, M.Pd.

Sebelum program ini berjalan, para pelaku usaha lokal umumnya masih mengandalkan teknik pemotongan pola konvensional. Metode lama tersebut kerap menyisakan banyak potongan kain tak terpakai yang akhirnya menjadi limbah. Melalui pendekatan baru ini, pembuatan pola pakaian dirancang sedemikian rupa sejak awal agar seluruh bagian bahan kain dapat terpakai secara optimal tanpa sisa.

Ketua tim pengabdian, Nurhijrah, menjelaskan bahwa teknologi ini tidak sekadar meminimalkan sampah produksi busana. Metode ini juga melatih kepekaan desainer dalam merancang pakaian yang efisien tanpa mengurangi nilai estetika, sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing tinggi dan bernilai ekonomi lebih.

Pemilik Dinamis Tailor, Syahruni, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, pemahaman baru mengenai efisiensi bahan sangat membantu menekan pengeluaran operasional usaha konveksinya. Senada dengan hal itu, Dwi Rahayu selaku peserta pelatihan juga merasa terbantu dengan adanya simulasi praktik langsung dalam menata pola di atas kain sebelum dipotong.

Tidak hanya berfokus pada teknik pemotongan pola, para peserta juga dibekali dengan konsep eco-fashion yang lebih luas, termasuk penyusunan narasi produk serta strategi pemasaran digital sederhana berbasis media sosial. Pendampingan menyeluruh ini diharapkan mampu mendorong UMKM fashion lokal di Gowa bertransformasi menjadi bisnis yang berkelanjutan.