Program edukasi kesehatan gigi dan mulut bertajuk "Speak Up & Smile Up" sukses digelar di SDN Utan Kayu Utara 01, Jakarta Timur. Kolaborasi lintas sektor ini mengumpulkan sebanyak 501 siswa untuk mendapatkan pemeriksaan medis gratis serta edukasi langsung dari para ahli, sebagai langkah konkret membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah dasar.
Langkah preventif ini diambil sebagai respons atas tingginya angka masalah kesehatan gigi di tanah air. Merujuk pada data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dari Kementerian Kesehatan RI, sekitar 57 persen penduduk berusia di atas tiga tahun mengalami kendala kesehatan gigi dan mulut. Ironisnya, baru sekitar 11,2 persen masyarakat yang aktif mencari pengobatan medis secara tepat.
Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI), Prof. drg. Lisa Rinanda Amir, Ph.D., PBO, menegaskan bahwa edukasi yang konsisten adalah kunci utama. Menurutnya, kesehatan rongga mulut tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, melainkan juga berdampak langsung pada rasa percaya diri, kelancaran berbicara, serta kualitas hidup tumbuh kembang anak.
Inisiatif sosial ini juga berjalan selaras dengan program Gigi Anak Sehat (GAS) yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kepala Seksi SDMK Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, dr. Farhannuddin, M.H., mengapresiasi sinergi antara akademisi, industri swasta, dan pihak sekolah dalam menguatkan upaya promotif di tingkat akar rumput.
Didukung oleh Aloclair Plus dan PT Hexpharm Jaya Laboratories, kegiatan ini melibatkan sekitar 200 dokter gigi pendamping. Pharma Deputy Director PT Hexpharm Jaya Laboratories, Apt. Feri, S.Farm., menambahkan bahwa para siswa tidak hanya menjalani pemeriksaan dan aplikasi fluoride, tetapi juga diajak belajar dengan metode interaktif yang menyenangkan seperti mendongeng dan sikat gigi bersama.