Rencana akuisisi senilai US$53 miliar terhadap PayPal Holdings Inc. oleh Stripe dan firma investasi Advent International menempatkan manajemen serta pemegang saham raksasa pembayaran digital tersebut dalam posisi dilematis. Di satu sisi, tawaran tunai ini menyajikan jalan keluar cepat di tengah proses pemulihan internal yang sedang berjalan. Namun di sisi lain, nilai penawaran tersebut dinilai belum mencerminkan potensi jangka panjang jika strategi transformasi perusahaan berhasil dieksekusi.

Konsorsium Stripe dan Advent menyodorkan harga pembelian sebesar US$60 per saham. Kabar ini langsung memicu respons positif di pasar modal dengan mendongkrak harga saham PayPal ke kisaran US$55 per saham, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek transaksi tersebut. Meski demikian, hingga saat ini manajemen PayPal belum memberikan tanggapan resmi maupun membuka negosiasi formal.

Minat akuisisi dari pihak eksternal ini mencuat saat PayPal sedang berjuang mempertahankan pangsa pasarnya. Meskipun memiliki basis pengguna raksasa mencapai 439 juta akun aktif, pertumbuhan PayPal mulai terhambat akibat penetrasi agresif dari kompetitor seperti Apple Pay dan Google Pay. Sentimen pasar juga sempat memburuk pada Februari lalu setelah gelombang aksi jual saham teknologi akibat kekhawatiran dampak disrupsi kecerdasan buatan (AI).

Bagi investor ekuitas swasta, kondisi ini menjadi momentum emas untuk membeli aset berharga dengan valuasi yang relatif murah. Melalui skema akuisisi, konsorsium berencana melakukan restrukturisasi secara privat tanpa tekanan regulasi pasar modal, sebelum akhirnya membawa PayPal kembali melantai di bursa (IPO) atau menjual sebagian unit bisnisnya. Untuk mendukung rencana tersebut, Stripe dan Advent dilaporkan telah mengamankan komitmen pendanaan perbankan sekitar US$50 miliar.

Kendati penawaran US$60 per saham ini berada 40 persen di atas titik terendah saham PayPal pada Februari lalu dan melampaui estimasi rata-rata analis sebesar US$48, angka tersebut dianggap masih di bawah nilai intrinsik perusahaan. Analis dari RBC menilai bahwa jaringan distribusi global PayPal yang menghubungkan ratusan juta konsumen dan pelaku usaha merupakan aset unik yang sangat sulit direplikasi oleh pesaing.

Kini, fokus tertuju pada keputusan CEO PayPal Enrique Lores yang baru menjabat sejak Maret lalu. Lores dihadapkan pada pilihan sulit: menyetujui divestasi ke konsorsium Stripe-Advent atau membuktikan kepada pemegang saham bahwa transformasi bisnis yang tengah dipimpinnya mampu mengembalikan kejayaan PayPal secara mandiri.