Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Kesehatan setempat terus mematangkan strategi untuk merealisasikan target eliminasi penyakit kusta pada tahun 2026. Langkah strategis ini dibahas dalam pertemuan evaluasi program yang digelar secara hibrida di Pangkalpinang pada Rabu (26/8/2026). Sinergi lintas sektor diperkuat guna memutus mata rantai penularan dan menghapus stigma negatif di masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Babel, Meiristia Qomariah, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan kusta tidak dapat dicapai secara parsial. Ia mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk aktif berkolaborasi mulai dari tingkat provinsi hingga desa guna mengoptimalkan pelacakan kasus di lapangan.

"Kita harus bergerak bersama secara terintegrasi. Fokus utama kita saat ini adalah memperkuat penemuan kasus sedini mungkin, memastikan pasien mendapatkan pengobatan hingga tuntas, serta mempererat koordinasi antar-instansi," ujar Meiristia saat memberikan arahan. Menurutnya, komitmen kepala daerah harus diterjemahkan menjadi aksi nyata yang disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Ahmad Intan S, memaparkan data evaluasi hingga triwulan kedua tahun 2026. Tercatat baru ditemukan 28 kasus kusta baru, atau sekitar 21 persen dari estimasi total 134 kasus yang diproyeksikan ada di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Ahmad menekankan pentingnya akurasi data serta ketepatan waktu dalam sistem pelaporan. Hal tersebut dinilai sangat vital sebagai dasar pengambilan kebijakan dan evaluasi program secara berkala. Dengan komitmen bersama, diharapkan Bangka Belitung dapat segera terbebas dari ancaman kusta serta stigma yang menyertainya.