Sirkuit Sachsenring di Hohenstein-Ernstthal, Jerman, kembali menjadi panggung pembuktian bagi pembalap muda berbakat Indonesia, Veda Ega Pratama. Dalam seri ke-11 Moto3 musim 2026, lintasan yang dikenal memiliki karakter anti-clockwise ini akan menguji ketajaman strategi serta kemampuan teknis para pembalap, mengingat desain sirkuit yang sangat menuntut konsentrasi tinggi.

Berbeda dengan sirkuit yang mengandalkan kecepatan puncak, Sachsenring dengan panjang 3,7 kilometer justru lebih menitikberatkan pada kelincahan saat melibas tikungan sempit. Dominasi rangkaian tikungan ke kiri yang panjang membuat ban sisi kiri motor bekerja ekstra keras, sehingga presisi dalam menentukan racing line menjadi faktor krusial yang menentukan catatan waktu pembalap.

Veda Ega Pratama, yang kini memperkuat Honda Team Asia, mengaku optimistis menghadapi tantangan tersebut. Pembalap yang telah mencatatkan dua kali naik podium musim ini justru menikmati karakteristik unik Sachsenring. Baginya, tingkat kesulitan sirkuit ini merupakan kesempatan emas untuk mendemonstrasikan kematangannya dalam mengendalikan motor di tengah tekanan kompetisi yang intens.

Untuk mengamankan peluang juara, Veda dan tim teknisnya akan memfokuskan persiapan pada pencarian keseimbangan motor yang optimal. Sinergi antara set-up motor yang lincah di tikungan lambat namun tetap stabil pada tikungan cepat, dipadukan dengan manajemen ban yang disiplin, akan menjadi kunci utama keberhasilan Veda untuk bersaing di barisan depan sejak sesi latihan bebas dimulai.