Prospek industri teknologi di tanah air sepanjang tahun 2026 menghadapi tantangan yang cukup kompleks di tengah ketidakpastian ekonomi global. Tekanan yang muncul dipicu oleh tren peningkatan harga minyak dunia serta kebijakan suku bunga global yang diprediksi akan bertahan di level tinggi dalam jangka waktu lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Selain faktor makro ekonomi, lonjakan biaya produksi juga menjadi kendala nyata bagi perusahaan teknologi. Peningkatan harga chip memori yang dipicu oleh tingginya permintaan untuk pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dinilai sangat membebani perusahaan yang masih memiliki ketergantungan tinggi pada impor perangkat keras.

Dalam riset terbaru yang dirilis oleh Sucor Sekuritas pada 7 Juli 2026, analis Dicky Susilo Adi menyoroti kondisi tersebut sebagai tantangan krusial bagi kinerja emiten teknologi. Meskipun situasi pasar sedang tidak menentu, ia tetap mempertahankan pandangan positif atau rekomendasi overweight untuk sektor ini secara keseluruhan.

Menyikapi perkembangan tersebut, Sucor Sekuritas melakukan penyesuaian target harga untuk dua emiten, yakni PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) dan PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI). Target harga MTDL kini disesuaikan menjadi Rp560 per saham, sementara untuk MSTI ditetapkan pada level Rp1.450 per saham. Meski target harga mengalami revisi, analis tetap memberikan rekomendasi beli terhadap kedua saham tersebut dengan optimisme terhadap fundamental jangka panjang perusahaan.