Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul beredarnya rekaman video manipulatif yang menyerupai Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Video yang terindikasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) atau deepfake ini menyebarkan narasi palsu yang berpotensi menyesatkan sekaligus merugikan publik secara finansial.
Penyebaran konten tiruan tersebut pertama kali terdeteksi melalui pesan berantai di aplikasi percakapan WhatsApp. Menindaklanjuti laporan dari GKR Condrokirono, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY segera melakukan verifikasi digital. Hasil penelusuran memastikan bahwa video tersebut bukan merupakan dokumentasi resmi pemerintah, melainkan hasil rekayasa kecerdasan buatan yang meniru karakteristik fisik serta vokal Raja Yogyakarta tersebut.
Pranata Humas Ahli Madya Diskominfo DIY, Ditya Nanaryo Aji, menjelaskan bahwa ketidakaslian video sangat terlihat jelas dari substansi pembicaraan yang mengarah pada urusan transaksi pribadi dan pembayaran tertentu. Dalam agenda kehumasan maupun kesehariannya, Ngarsa Dalem tidak pernah menyampaikan pernyataan yang bersifat privat maupun ajakan transaksi keuangan dalam ruang publik ataupun saluran komunikasi resmi.
Guna mengantisipasi dampak buruk dari manipulasi teknologi yang kian canggih ini, Pemda DIY kini memperketat edukasi literasi digital di tengah masyarakat. Publik diimbau untuk selalu melakukan verifikasi ganda terhadap setiap informasi atau instruksi yang mengatasnamakan pejabat publik dengan merujuk langsung pada kanal informasi resmi milik pemerintah daerah.