Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengambil langkah strategis guna meningkatkan layanan kesehatan darurat bagi masyarakat. Di bawah kepemimpinan Gubernur Hidayat Arsani, pemerintah daerah berencana membangun Rumah Sakit Jantung dan Stroke di pusat ibu kota provinsi, Pangkalpinang.

Guna memuluskan rencana tersebut, pemerintah daerah akan memanfaatkan skema pinjaman daerah sebesar Rp293 miliar dari Bank Sumsel Babel. Langkah ini diambil sesuai dengan regulasi yang berlaku sebagai alternatif percepatan pembangunan infrastruktur pelayanan publik tanpa harus membebani APBD secara mendadak.

Selama ini, pelayanan penanganan penyakit kardiovaskular dan stroke berpusat di RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno. Namun, lokasi yang relatif jauh menyulitkan pasien dalam masa kritis atau golden period, di mana setiap detik sangat menentukan keselamatan jiwa. Selain itu, keterbatasan lahan di RSUD eksisting juga menghambat perluasan ruang perawatan intensif seperti ICVCU dan ICU.

Urgensi proyek ini diperkuat oleh lonjakan kasus yang cukup signifikan di Bangka Belitung. Data Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2022 hingga 2024, penderita penyakit jantung koroner dan stroke terus meningkat. Pada tahun 2023 saja, angka kematian akibat jantung koroner mencapai 371 jiwa dari 6.337 kasus, sementara korban meninggal akibat stroke tercatat sebanyak 283 jiwa dari 1.953 kasus. Tren kasus ini diperkirakan tetap tinggi hingga tahun 2025.

Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit khusus ini merupakan wujud tanggung jawab pemerintah dalam menjamin keselamatan warganya. Ia menekankan bahwa kehadiran fasilitas kesehatan yang memadai dan cepat diakses merupakan investasi jangka panjang untuk menyelamatkan nyawa dan masa depan keluarga pasien.

Senada dengan Gubernur, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Babel, Joko Triadhi, menjelaskan bahwa proyek ini telah masuk dalam 21 Program Prioritas RPJMD 2025–2029. Rencana ini juga telah melalui studi kelayakan yang matang, sementara proses pinjaman daerah dilakukan secara akuntabel dan profesional setelah melalui penilaian kapasitas fiskal oleh pihak perbankan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Babel, Ria Agustine, menambahkan bahwa keberadaan rumah sakit baru di Kota Pangkalpinang ini akan memperpendek rantai rujukan dari puskesmas di seluruh kabupaten. Rumah sakit ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas medis modern seperti Cathlab, unit stroke, serta peralatan penunjang intensif lainnya guna menekan risiko kecacatan permanen bagi para pasien.