Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot membidik perputaran ekonomi hingga Rp10 miliar dalam gelaran festival seni dan kuliner tahunan yang akan segera berlangsung. Event ini diproyeksikan tidak sekadar menjadi ajang hiburan, melainkan stimulus nyata bagi percepatan ekonomi masyarakat setempat.

Optimisme pencapaian target tersebut didorong oleh potensi lonjakan kunjungan wisatawan yang diperkirakan mencapai 10.000 orang per hari selama tiga hari pelaksanaan festival. Angka ini melonjak signifikan dibanding kunjungan harian normal yang saat ini berkisar antara 4.500 hingga 5.000 wisatawan.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, menjelaskan bahwa target kunjungan total sebanyak 30.000 wisatawan sangat realistis merujuk pada tren pariwisata saat ini. Pihak manajemen juga telah menyiapkan ruang khusus bagi 30 UMKM, 10 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM), serta 26 pedagang pasar malam guna memaksimalkan potensi ekonomi tersebut.

Untuk mendukung kelancaran festival, manajemen DTW Tanah Lot menggelontorkan anggaran stimulan sekitar Rp2 miliar. Anggaran ini dialokasikan untuk memfasilitasi seluruh rangkaian acara yang diharapkan dapat memicu efek berganda bagi sektor kuliner, transportasi, kerajinan, dan jasa pariwisata pendukung di kawasan Tabanan.

Kendati demikian, pihak pengelola menegaskan bahwa kesuksesan festival ini tidak hanya diukur dari nominal transaksi jangka pendek. Event yang memadukan keindahan alam, budaya, dan kuliner ini dirancang sebagai strategi promosi jangka panjang untuk menjaga daya tarik dan eksistensi Tanah Lot sebagai destinasi global.