Kebatinan publik terhadap situasi politik nasional saat ini cenderung diwarnai rasa ketidakpuasan. Berdasarkan jajak pendapat terbaru yang dirilis oleh lembaga riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), tercatat hanya 13,5 persen masyarakat yang memandang kondisi perpolitikan tanah air berada dalam kondisi baik atau sangat baik. Sebaliknya, mayoritas publik justru menyuarakan sentimen negatif terhadap dinamika yang terjadi.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, memaparkan rincian persepsi responden dalam survei tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya 1,7 persen responden yang menilai kondisi politik sangat baik dan 11,8 persen menyatakan baik. Sementara itu, sebanyak 33,6 persen menilai kondisi saat ini sedang, sedangkan 31,7 persen menganggap buruk, dan 11,1 persen menilainya sangat buruk. Adapun 10,2 persen responden memilih tidak memberikan jawaban.

Tren penurunan kepuasan ini terbilang cukup signifikan jika dibandingkan dengan periode survei sebelumnya. SMRC mencatat adanya kemerosotan persepsi positif dalam kurun waktu sembilan bulan terakhir. Pada November 2025, tingkat optimisme publik terhadap iklim politik nasional masih berada di angka 35,8 persen, namun angka tersebut terjun bebas menjadi hanya 13,5 persen pada Juli 2026. Sebaliknya, ketidakpuasan masyarakat melonjak pesat dari 23 persen menjadi 42,8 persen pada periode yang sama.

Survei opini publik ini diselenggarakan pada rentang waktu 5 hingga 19 Juli 2026 dengan melibatkan sebanyak 749 responden. Penelitian ini menggunakan metode wawancara secara mendalam dengan tingkat toleransi kesalahan (margin of error) yang diestimasi berada di kisaran kurang lebih 3,7 persen.