Pantai Cimaja di Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, kembali menegaskan reputasinya sebagai surga bagi para pecinta olahraga selancar. Melalui gelaran kompetisi selancar internasional bertajuk Cimaja Boardriders Open Pro Surf Competition 2026 yang berlangsung pada 15-17 Agustus 2026, kawasan pesisir ini dinilai menjadi aset strategis untuk mendongkrak sektor wisata olahraga (sport tourism) di kancah global.

Momentum kompetisi bergengsi ini terasa kian istimewa karena diselenggarakan bersamaan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156. Gelaran ini tidak hanya menjadi arena unjuk gigi para atlet, tetapi juga menjadi panggung promosi keindahan alam daerah secara masif.

Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menyatakan bahwa kehadiran para peselancar dari berbagai belahan dunia merupakan media promosi yang sangat efektif bagi pariwisata Sukabumi. Ia meyakini, pengalaman impresif yang dirasakan para atlet mancanegara selama berada di Cimaja akan disebarluaskan ke jejaring komunitas mereka saat kembali ke negara masing-masing.

Lebih lanjut, Andreas menjelaskan bahwa karakter ombak Pantai Cimaja yang unik dan menantang merupakan anugerah alam yang tidak bisa diciptakan secara instan. Keunggulan komparatif inilah yang harus terus dikapitalisasi guna membangun ekosistem pariwisata selancar yang berkelanjutan, sehingga kunjungan wisatawan mancanegara tidak hanya bersifat musiman.

Menurut laporan Ketua Panitia Penyelenggara, Imanuel Hakim, kompetisi tahun ini berhasil menjaring kepesertaan yang sangat luas. Tercatat delegasi atlet dari negara-negara seperti Jepang, Australia, Amerika Serikat, Jerman, Spanyol, Inggris, hingga Selandia Baru turut bersaing ketat dalam lima divisi yang diperlombakan, yakni Open Pro, Master Expatriate, Longboard, U-16, dan Women.

Pemerintah daerah berharap sinergi antara olahraga dan kepariwisataan ini dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat sekitar Pantai Cimaja. Peningkatan kunjungan wisatawan asing diproyeksikan mampu menghidupkan berbagai unit usaha mikro, mulai dari penyediaan penginapan, kuliner lokal, jasa pemandu, hingga sektor transportasi.