Lombok Barat – Upaya modernisasi sektor pertanian terus digalakkan di wilayah Nusa Tenggara Barat. Kali ini, para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Merta Sari di Dusun Kalimanting, Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, mulai menerapkan metode Tanam Benih Langsung (Tabela). Langkah inovatif ini diuji coba melalui program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM AAS) pada Jumat (14/8/2026).
Metode Tabela dipilih karena menawarkan efisiensi waktu dan tenaga kerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode tanam konvensional. Melalui pembuatan lahan percontohan atau demplot, para petani dapat mengamati secara langsung efektivitas dan proses tumbuh kembang tanaman sejak awal. Hal ini diharapkan dapat mengubah paradigma bertani tradisional menuju sistem yang lebih praktis.
Koordinator Pertanian Narmada, Yudi, menjelaskan bahwa demplot ini dirancang sebagai media pembelajaran interaktif bagi masyarakat lokal. Dengan melihat hasil nyata di lapangan, para petani diharapkan lebih yakin untuk mengadopsi teknologi pertanian ini secara mandiri di lahan masing-masing demi mendongkrak produktivitas panen.
Penerapan teknologi baru ini juga tidak lepas dari pengawalan aparat kewilayahan. Bintara Pembina Desa (Babinsa) Suranadi dari Koramil 1606-08/Narmada, Serda Zul Adha, turut hadir mendampingi proses penanaman. Pendampingan aktif ini merupakan wujud nyata kontribusi TNI AD dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tingkat desa serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani.
Sinergi yang solid antara Kelompok Tani Merta Sari, penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Narmada yang dipimpin Johana, serta TNI diharapkan menjadi motor penggerak transformasi pertanian di Lombok Barat. Suksesnya demplot di Dusun Kalimanting ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam menerapkan pola tanam modern.