Aktivitas fisik secara rutin telah lama dikenal sebagai pilar utama dalam menjaga kebugaran tubuh. Namun, penelitian ilmiah menunjukkan bahwa jenis olahraga tertentu tidak hanya menyehatkan fisik, melainkan juga memiliki korelasi kuat dengan peningkatan angka harapan hidup seseorang secara signifikan.
Temuan ini merujuk pada Copenhagen City Heart Study, sebuah riset komprehensif yang melacak kondisi kesehatan serta tingkat kematian dari 8.577 partisipan selama kurun waktu 25 tahun, tepatnya sejak tahun 1991 hingga 2017. Hasil analisis mendalam yang diterbitkan oleh Mayo Clinic membandingkan tingkat mortalitas antara individu aktif berdasarkan jenis olahraganya dengan kelompok masyarakat yang kurang bergerak.
Dari delapan jenis olahraga yang diteliti, tenis menempati posisi teratas sebagai aktivitas fisik yang paling berkontribusi terhadap umur panjang. Partisipan yang rutin bermain tenis mencatatkan tambahan harapan hidup hingga 9,7 tahun lebih lama dibandingkan dengan mereka yang memiliki gaya hidup pasif.
Kendati angka tersebut tampak sangat menjanjikan, para peneliti menekankan bahwa hasil studi ini tidak serta-merta menjamin seseorang otomatis hidup lebih lama hanya dengan mulai memegang raket. Data ini lebih menunjukkan adanya hubungan korelatif yang kuat antara gaya hidup aktif melalui olahraga tertentu dengan penurunan risiko kematian dini.
Pakar kesehatan dan penggagas konsep Blue Zone, Dan Buettner, menjelaskan bahwa faktor interaksi sosial memegang peranan krusial dalam temuan ini. Olahraga yang melibatkan kelompok atau berpasangan seperti tenis, badminton, dan sepak bola memberikan ruang bagi individu untuk bersosialisasi. Hubungan sosial yang erat ini dinilai efektif menangkal rasa kesepian, yang dalam berbagai riset sebelumnya terbukti menjadi salah satu pemicu utama penurunan kualitas hidup dan kematian dini.