Kasus kekerasan di lingkungan hiburan malam kembali terjadi di Surabaya Barat. Seorang pelajar dilaporkan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah menjadi korban pengeroyokan brutal di kelab malam Super House pada Sabtu (15/7) dini hari lalu. Kejadian tragis yang mengakibatkan trauma fisik dan psikologis ini kini telah resmi dilaporkan ke Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim).
Kuasa hukum korban, Matthew Jerem, mengungkapkan bahwa insiden bermula sekitar pukul 02.00 WIB akibat kesalahpahaman kecil. Saat hendak menuju toilet, korban tidak sengaja menyenggol seorang pengunjung remaja dan langsung meminta maaf. Ketika kembali dari toilet, korban sempat kehilangan keseimbangan dan terjatuh di dekat meja pengunjung tersebut, namun ia kembali menyampaikan permohonan maaf sebelum kembali ke tempat duduknya.
Kendati telah meminta maaf secara santun, pihak pelaku tetap tidak terima. Korban didatangi oleh remaja tersebut bersama rekannya yang berinisial RG. Tanpa basa-basi, RG diduga langsung melayangkan pukulan ke ulu hati korban. Situasi semakin memanas meskipun korban sempat berupaya meredakan ketegangan dengan meminta mereka untuk tenang.
Ironisnya, ketika dua petugas keamanan datang ke lokasi kejadian, mereka tidak melerai pertikaian melainkan diduga kuat memegangi tubuh korban. Dalam posisi terkunci dan tidak berdaya, korban dipukul bertubi-tubi pada bagian wajah dan mata oleh pelaku utama, disusul oleh serangan dari RG dan seorang pria berinisial JJ.
Setelah penganiayaan mereda, korban dipindahkan ke ruangan lain sebelum akhirnya diantar pulang oleh temannya, sementara para pelaku diduga dibiarkan pergi begitu saja. Akibat luka parah di kepala, mata, dan ulu hati, korban mengalami sesak napas serta trauma psikologis mendalam, hingga akhirnya harus dirawat inap di National Hospital. Ibu korban, Fani Agustin, mendesak Polda Jatim untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk memproses dugaan kelalaian petugas keamanan tempat hiburan tersebut.