Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus membayangi, kolaborasi sektor keuangan menjadi krusial dalam memperkuat ketahanan pelaku usaha. Menyikapi tantangan ini, Kantor Cabang Cathay United Bank Ho Chi Minh City (CUBHCM) bersinergi dengan Indovina Bank Ltd. (IVB) menggelar seminar "CONNECT 2026" bertajuk "Unlocking Growth Through Resilience" di Hanoi, Vietnam. Forum strategis ini mempertemukan lebih dari 80 pemimpin perusahaan, direktur keuangan, serta praktisi keuangan untuk merumuskan langkah mitigasi risiko keuangan global.
Executive Vice President CUB, William Huang, menegaskan bahwa ketahanan bisnis kini bukan sekadar instrumen bertahan dari risiko, melainkan fondasi utama daya saing jangka panjang. Senada dengannya, General Manager CUBHCM, Keng Yang Lin, menambahkan bahwa kemampuan beradaptasi secara dinamis dan optimalisasi modal menjadi penentu utama kesiapan pelaku usaha dalam mengubah setiap tantangan pasar menjadi peluang pertumbuhan yang berkelanjutan.
Menyoroti dinamika dunia usaha, General Director IVB, VJ Lu, menekankan pentingnya kemitraan strategis dalam menyediakan strategi keuangan yang aplikatif. Dalam sesi diskusi panel, Ryan Chan selaku Head of Financial Products APAC dan Jared Wang selaku Vice President Wealth Management Department menyoroti dampak inflasi persisten, fluktuasi nilai tukar, dan kebijakan suku bunga terhadap likuiditas kas korporasi. Sebagai solusi, mereka merekomendasikan pemanfaatan instrumen lindung nilai (hedging) valuta asing, produk terstruktur, dan integrasi manajemen kas guna mengamankan fleksibilitas keuangan perusahaan.
Dari sudut pandang makroekonomi, Chief Economist SSI Securities Corporation, Phạm Lưu Hưng, memaparkan optimisme terhadap perekonomian Vietnam. Ia memproyeksikan pertumbuhan jangka menengah hingga panjang akan didorong oleh masifnya investasi infrastruktur pemerintah, derasnya arus investasi asing langsung (FDI), serta reformasi regulasi yang berkelanjutan. Kendati demikian, ia mengingatkan korporasi untuk tetap memperketat efisiensi operasional dan alokasi modal.
Selain aspek finansial, transformasi digital juga menjadi pilar resiliensi modern. Pre-sales Manager TPIsoftware, Hiền Lê, memperkenalkan kerangka penerapan kecerdasan buatan (AI) melalui konsep "The Iron Triangle & Sustainable Roadmap" untuk mengoptimalkan efisiensi operasional bisnis. Ke depan, Cathay United Bank berkomitmen terus memperluas jaringan regionalnya demi menyalurkan solusi keuangan komprehensif, mulai dari layanan sindikasi hingga konsultasi treasury, guna membantu pelaku usaha berlayar di tengah ketidakpastian pasar global.