Mengukur kesehatan suatu bisnis tidak bisa hanya bersandar pada tingginya angka omzet maupun ramainya aktivitas digital di media sosial. Pertumbuhan usaha yang sesungguhnya diukur dari kemampuan menghasilkan margin keuntungan serta ketangguhan dalam menghadapi berbagai risiko keuangan. Hal ini mengemuka dalam sesi edukasi "Sequis SHEPRENEUR Learning Series" di Jakarta baru-baru ini.
Praktisi Growth Marketing, Michelle Fno, menjelaskan bahwa tantangan dalam mengelola bisnis kerap kali semakin kompleks, khususnya bagi perempuan wirausaha. Hal ini disebabkan karena batas antara pengeluaran operasional bisnis dan kebutuhan rumah tangga sering kali berhimpit. Menurutnya, mendatangkan trafik ke platform digital tidak akan berarti jika tidak dikonversi menjadi penjualan yang konsisten.
Michelle menyarankan agar para pelaku usaha menerapkan pendekatan berbasis data. Langkah ini dimulai dari proses audit performa bisnis, memahami target konsumen secara mendalam, merumuskan konten promosi, menguji efektivitas kampanye iklan, hingga mengevaluasi hasil akhir. Dengan metode ini, strategi pemasaran dapat lebih terukur dan berkontribusi langsung pada profitabilitas perusahaan.
Sementara itu, dari sisi ketahanan finansial, Agency Development Manager Sequis Life, Andrew Tjengharwidjaja, menyoroti pentingnya mitigasi risiko. Andrew mengingatkan bahwa perencanaan keuangan tidak sekadar berfokus pada investasi dan melipatgandakan aset, melainkan juga tentang bagaimana melindungi aset tersebut dari potensi risiko yang tidak terduga, seperti masalah kesehatan atau kecelakaan kerja.
Bagi pemilik usaha mandiri, gangguan kesehatan pribadi berpotensi menghentikan operasional bisnis secara total sekaligus membengkakkan biaya hidup. Oleh sebab itu, sebelum melangkah ke instrumen investasi yang lebih agresif, pelaku usaha didorong untuk memperkuat fondasi keuangan mendasar terlebih dahulu. Langkah awal ini meliputi pengelolaan arus kas yang disiplin, penyusunan dana darurat, perlindungan asuransi, serta manajemen utang yang bijak guna menjamin keberlanjutan bisnis di masa depan.