Rektor Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS), Onno W. Purbo, menekankan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi dari luar negeri. Ia mendesak pemerintah dan pemangku kepentingan untuk fokus pada pembangunan talenta digital lokal sebagai fondasi utama dalam mewujudkan kemandirian teknologi serta memperkuat pertahanan siber nasional.
Menurut pakar teknologi informasi terkemuka tersebut, ketergantungan pada pembelian perangkat keras maupun perangkat lunak asing tanpa diimbangi dengan penguasaan teknologi oleh sumber daya manusia (SDM) dalam negeri justru akan memperlemah kedaulatan digital bangsa. Pembangunan kompetensi talenta lokal dinilai jauh lebih mendasar dan berkelanjutan dalam jangka panjang dibanding sekadar membeli lisensi produk asing.
Pernyataan tersebut mengemuka di sela-sela agenda strategis yang mempertemukan berbagai lintas sektor industri dan pertahanan, termasuk Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Udara (Aster Kasau) Marsda TNI Palito Sitorus, serta perwakilan dari Kementerian Perindustrian. Kehadiran tokoh militer dan pemerintah ini menegaskan pentingnya kolaborasi multisektoral dalam menjaga ketahanan nasional berbasis teknologi modern.
Selain dari sektor akademisi dan pertahanan, dorongan untuk memajukan industri teknologi dalam negeri juga didukung oleh para pelaku usaha nasional. Tokoh-tokoh industri seperti Ketua Umum Asosiasi Industri Mesin Perkakas Indonesia (ASIMPI) serta Direktur PT Graha Sumber Prima Elektronik (GSPE), Feliciana, turut menyoroti pentingnya integrasi teknologi lokal dalam rantai pasok industri nasional demi mempercepat transformasi digital yang aman dan mandiri.