Sony kembali memperkuat ekosistem perfilman tanah air dengan merilis kamera terbaru dari jajaran Cinema Line, Sony FX5. Kamera sinema full-frame ringkas ini resmi diperkenalkan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, untuk menyasar para videografer independen yang membutuhkan fleksibilitas tinggi tanpa mengorbankan kualitas gambar kelas atas.

Dirancang khusus untuk mendukung produksi visual modern secara mandiri, Sony FX5 telah diuji dan mendapat apresiasi dari sineas global seperti Gareth Edwards dan Claudio Miranda. Dapur pacu kamera ini mengandalkan sensor full-frame Exmor RS CMOS fully stacked serta prosesor BIONZ XR2 yang diperkuat unit pemrosesan kecerdasan buatan (AI) khusus, menghasilkan jangkauan dinamis (dynamic range) yang melampaui 15 stop.

Untuk mengoptimalkan pengambilan gambar di berbagai kondisi pencahayaan, Sony menyematkan fitur Triple Base ISO (800, 4000, dan 12800) serta sistem Dual Gain Shooting guna meminimalkan distorsi noise. Keunggulan lainnya adalah kehadiran format perekaman Open Gate 3:2 secara bawaan untuk pertama kalinya, memberikan keleluasaan bagi editor dalam menentukan komposisi rasio aspek pada tahap pascaproduksi.

Kamera ini mampu merekam video beresolusi 5K hingga 60 fps, 4K hingga 120 fps untuk efek gerak lambat, serta Full HD hingga 240 fps. Sineas juga dapat merekam format RAW X-OCN 16-bit secara internal tanpa memerlukan perekam eksternal, berkat codec baru X-OCN C1 dan C2 yang menawarkan efisiensi penyimpanan dan mempercepat alur kerja transfer data.

Teknologi AI pada Sony FX5 tidak hanya meningkatkan presisi fokus otomatis dalam mengenali gestur, mata, dan postur tubuh subjek secara real-time, tetapi juga membantu akurasi white balance melalui sensor inframerah terintegrasi. Dari segi fisik, bodi flat-top kamera ini dilengkapi sistem stabilisasi gambar 5-aksis internal dengan Dynamic Active Mode untuk meredam guncangan saat pengambilan gambar tanpa tripod.

Kenyamanan operasional ditunjang oleh monitor sentuh LCD 4-aksis 3,5 inci berantarmuka BIG6 dan sistem pendingin kipas internal terisolasi. Sony juga menyediakan aksesori pendukung berupa modul OLED Viewfinder DVF-EL1 serta XLR Handle Unit XLR-H2 untuk perekaman audio 32-bit float. Semua performa ini disokong oleh baterai baru NP-SA100 berkapasitas 2.670 mAh yang diklaim 1,3 kali lebih tahan lama.

Sony FX5 sudah dapat dipesan di pasar Indonesia melalui sistem pre-order hingga 20 September 2026. Di tanah air, unit bodi saja dipasarkan dengan harga Rp85.999.000, sementara paket bundel bersama handle XLR dijual seharga Rp94.999.000. Untuk aksesori viewfinder OLED opsional dibanderol senilai Rp11.499.000, dengan jadwal distribusi massal yang akan dimulai pada akhir September 2026.