Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batu Bara memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan kawasan terpadu yang mengintegrasikan sektor seni, budaya, olahraga, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Gagasan strategis ini diinisiasi oleh Forum Komunikasi Antar Etnis (FKAE) Kabupaten Batu Bara sebagai upaya mendongkrak potensi multisektoral di daerah tersebut.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Batu Bara dari Fraksi PAN, Suprayitno, mengungkapkan bahwa konsep kawasan terpadu ini merupakan langkah progresif yang sangat dibutuhkan. Dukungan politik tersebut disampaikan secara resmi setelah dirinya menerima audiensi dan membedah aspirasi dari jajaran pengurus FKAE pada Sabtu (1/8/2026).

Menurut Suprayitno, keberadaan pusat aktivitas terpadu ini akan menjadi motor penggerak baru bagi perekonomian lokal. Terlebih lagi, Kabupaten Batu Bara kini tengah berkembang pesat seiring beroperasinya Pelabuhan Kuala Tanjung dan kawasan industri di sekitarnya yang berpotensi menarik kunjungan wisatawan serta pelaku bisnis dari berbagai penjuru luar daerah.

Kawasan terpadu ini diusulkan berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 10 hektare yang berlokasi sangat strategis di sekitar pintu Tol Indrapura, tepatnya di perbatasan antara Kecamatan Air Putih dan Kecamatan Sei Suka. Lahan yang dibidik saat ini masih berstatus Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Muis, dan diharapkan dapat dihibahkan demi kepentingan publik serta pengembangan daerah.

Selain mendukung dari sisi infrastruktur, legislator PAN ini juga mengapresiasi konsistensi FKAE dalam merawat keberagaman etnis di Batu Bara melalui agenda tahunan Pekan Seni dan Budaya (PSPB). Dengan adanya dorongan dari pihak legislatif, usulan ini diharapkan segera mendapat respons serius dari Pemerintah Kabupaten Batu Bara agar dapat segera direalisasikan.