Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan kesiapan penuh untuk bertindak sebagai kota penyangga dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 yang dipusatkan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Komitmen ini diwujudkan melalui penyediaan infrastruktur olahraga kelas dunia, integrasi transportasi publik, serta pengajuan anggaran sebesar Rp166 miliar untuk memoles berbagai arena pertandingan agar memenuhi standar nasional.
Penunjukan Jakarta sebagai kota penyangga didasarkan pada Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 129 Tahun 2024. Langkah strategis ini diambil guna memastikan efisiensi anggaran dan efektivitas pelaksanaan di tengah tantangan pembiayaan pesta olahraga terbesar di tanah air tersebut. Jakarta dinilai memiliki modal kuat, mengingat rekam jejaknya yang sukses menggelar berbagai ajang olahraga multicabang tingkat internasional.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Andri Yansyah, menjelaskan bahwa anggaran Rp166 miliar diusulkan khusus untuk memoles fasilitas olahraga yang ada. Upaya renovasi ini mencakup pengecatan ulang, peningkatan sistem pencahayaan, pembaruan lintasan tanding, hingga perbaikan fasilitas pendukung seperti ruang atlet dan toilet. Jakarta memiliki lebih dari 220 fasilitas olahraga daerah, ditambah 36 arena milik pemerintah pusat dan swasta yang siap digunakan.
Sebanyak 17 cabang olahraga (cabor) dijadwalkan bertanding di Jakarta, termasuk anggar, akuatik, senam, menembak, balap sepeda, berkuda, dayung, dan squash. Berbagai lokasi ikonik seperti kawasan Gelora Bung Karno, Velodrome Rawamangun, Jakarta International Equestrian Park, hingga Danau Cincin akan dioptimalkan. Kemudahan mobilitas para atlet dan ofisial juga dijamin oleh integrasi moda transportasi seperti MRT, LRT, dan TransJakarta.
Selain kesiapan teknis, ajang ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi daerah secara signifikan. Merujuk pada suksesnya Jakarta International Marathon yang menghasilkan perputaran uang senilai Rp694,3 miliar hanya dalam dua hari, penyelenggaraan PON XXII selama dua pekan diproyeksikan akan memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang jauh lebih besar bagi sektor pariwisata, perhotelan, UMKM, dan transportasi lokal.
Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Prof. Hidayat Humaid, menekankan target sukses empat dimensi, yakni sukses penyelenggaraan, prestasi, administrasi, dan ekonomi. Program pemusatan latihan daerah (Pelatda) juga telah berjalan dengan prioritas awal pada peraih medali emas dan perak PON sebelumnya, guna memastikan kontingen Jakarta tetap berada di jajaran papan atas perolehan medali dengan mengedepankan objektivitas pembinaan.
Optimisme serupa disuarakan oleh Ketua Umum Pengprov IKASI DKI Jakarta, H. Ghozi Zulazmi. Ia menyambut baik penunjukan Jakarta sebagai tuan rumah cabang olahraga anggar. Menurutnya, momentum bermain di hadapan publik sendiri menjadi kesempatan emas bagi para atlet anggar ibu kota untuk mendominasi podium juara sekaligus mengharumkan nama DKI Jakarta di pentas nasional.