DENPASAR - Kodam IX/Udayana menyulap Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, menjadi pusat kemeriahan melalui penyelenggaraan Festival Rakyat Nobar Bola Gembira pada Rabu (15/7/2026). Hajatan besar yang diinisiasi oleh Mabes TNI ini menggabungkan antusiasme olahraga sepak bola dengan misi penguatan ekonomi lokal serta pelayanan sosial kemasyarakatan.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto, merupakan hasil kolaborasi strategis bersama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Bali. Selain menyajikan nonton bareng pertandingan klasik Argentina melawan Inggris, festival ini dirancang ramah keluarga dengan berbagai aktivitas interaktif.

Masyarakat yang hadir disuguhkan beragam program menarik, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis dan aksi donor darah, arena permainan anak, hingga pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. Panggung hiburan juga tidak kalah semarak dengan penampilan kesenian tradisional Bondres, musisi lokal Bali, senam bersama, hingga turnamen olahraga elektronik (E-Sport).

Ketua KADIN Bali, I Made Ariandi, mengungkapkan bahwa pihaknya melibatkan sedikitnya 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk memeriahkan bazar. Langkah ini diharapkan mampu memicu perputaran modal secara langsung sekaligus memperkenalkan produk-produk kreatif khas Bali kepada khalayak yang lebih luas.

Apresiasi tinggi datang dari Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. Ia menilai kegiatan lintas sektoral ini tidak hanya efektif mempererat hubungan antara jajaran TNI, pemerintah daerah, dan warga, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang nyata.

Sementara itu, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menegaskan bahwa festival ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ia berharap acara ini bisa menginspirasi generasi muda untuk mencintai olahraga, menjaga kerukunan, serta tetap melestarikan warisan budaya lokal di tengah arus modernisasi.