Pengobatan kanker payudara kini semakin terarah dan personal seiring dengan diterapkannya metode kolaborasi tim dokter multidisiplin (MDT) yang didukung oleh teknologi pemindaian mutakhir seperti PET-CT Scan. Pendekatan ini memastikan setiap pasien mendapatkan rancangan terapi yang paling sesuai dengan karakteristik dan tingkat penyebaran penyakitnya.

Dokter Spesialis Bedah Konsultan Tumor dan Kanker Mayapada Hospital Tangerang, dr. Bajuadji, Sp.B(K)Onk, MARS, menjelaskan bahwa keberhasilan penanganan kanker payudara sangat bergantung pada pemahaman menyeluruh terhadap kondisi klinis pasien. Karakteristik kanker yang bervariasi menuntut strategi pengobatan yang spesifik, terutama dalam mendeteksi apakah sel kanker masih terlokalisasi atau telah menyebar ke organ tubuh lain.

Untuk merumuskan langkah medis yang optimal, rumah sakit menerapkan sistem peninjauan bersama melalui tim MDT. Tim lintas disiplin ilmu ini melibatkan berbagai ahli, mulai dari bedah onkologi, onkologi medik, radioterapi, radiologi, patologi anatomi, hingga kedokteran nuklir. Sinergi ini memastikan keputusan medis tidak diambil secara sepihak, melainkan berdasarkan evaluasi komprehensif dari berbagai sudut pandang keahlian.

Salah satu instrumen vital dalam mendukung keputusan tim MDT adalah pemeriksaan Positron Emission Tomography and Computed Tomography (PET-CT) Scan. Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Lim Andreas, Sp.KN, memaparkan bahwa PET-CT mampu memetakan aktivitas sel kanker secara detail. Pemeriksaan ini sangat krusial dalam menentukan stadium kanker, mendeteksi penyebaran ke getah bening maupun organ lain seperti paru-paru dan hati, serta mengevaluasi efektivitas terapi yang sedang berjalan.

Hasil dari pemindaian PET-CT memandu dokter dalam menentukan arah tindakan selanjutnya. Jika kanker masih berada di area payudara, opsi operasi dapat segera diambil. Namun, apabila terdeteksi adanya metastasis, tim dokter akan menyarankan terapi sistemik terlebih dahulu, seperti kemoterapi, imunoterapi, atau terapi target guna mengecilkan massa tumor sebelum tindakan pembedahan dilakukan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Poli Kedokteran Nuklir Mayapada Hospital Jakarta Selatan telah dilengkapi dengan fasilitas PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan dengan teknologi pencitraan canggih. Selain memberikan hasil visual yang lebih tajam dan durasi pemeriksaan yang lebih singkat, teknologi ini juga meminimalkan paparan radiasi bagi pasien. Layanan ini diperkuat dengan keberadaan Tumor Board serta Patient Navigator yang siap mendampingi pasien di setiap tahapan pemulihan.