Upaya pencegahan stunting di Kota Gorontalo mendapatkan dorongan inovatif dari kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM). Melalui Unit Telusur Kota Gorontalo, mereka memperkenalkan surimi ikan sebagai alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang kaya nutrisi bagi anak-anak di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi.
Surimi, yang merupakan produk olahan setengah jadi dari daging ikan lumat, dipilih karena fleksibilitasnya untuk diolah menjadi berbagai makanan favorit anak-anak seperti bakso, nugget, hingga otak-otak. Langkah kreatif ini diharapkan dapat menyiasati kebiasaan balita yang sulit mengonsumsi ikan utuh, sekaligus memastikan kebutuhan protein harian mereka tetap terpenuhi dengan baik.
Nurchalizah Asmiaty Puteri Madjid, salah satu anggota tim mahasiswa KKN-PPM UGM, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan mengedukasi warga agar memaksimalkan potensi pangan lokal yang bergizi dan mudah didapat. Menurutnya, pemenuhan gizi untuk mencegah stunting tidak harus mahal, melainkan dapat dimulai dari kreativitas mengolah bahan makanan di sekitar lingkungan secara berkelanjutan.
Selain fokus pada aspek nutrisi, program pengabdian ini juga menyasar peningkatan literasi kesehatan masyarakat. Para mahasiswa membekali warga dengan pemahaman praktis mengenai pemanfaatan program jaminan kesehatan BPJS serta penggunaan aplikasi Mobile JKN guna mempermudah akses layanan medis secara mandiri dan transparan.
Kegiatan sosialisasi ini disambut antusias oleh sekitar 30 ibu balita, ibu hamil, serta kader Posyandu setempat. Hartini Panai, salah satu kader Posyandu di Kelurahan Tenda, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru yang sangat aplikatif untuk membantu para ibu menyajikan makanan sehat demi tumbuh kembang anak yang lebih optimal.