Penguatan ketahanan pangan skala rumah tangga dan deteksi dini masalah kesehatan kini terus digalakkan di tingkat desa. Melalui inisiatif Program Pengembangan Taman Gizi Keluarga (TaGiKa), masyarakat di enam desa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, secara swadaya memanfaatkan lahan pekarangan mereka untuk ditanami bahan pangan bergizi serta melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri.
Program kolaboratif ini diinisiasi oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama SKK Migas, dengan menggandeng Yayasan eL-SAL Indonesia sebagai mitra pelaksana di lapangan. Sebagai langkah awal penguatan kapasitas, sebanyak 30 anggota Kelompok Kerja (Pokja) TaGiKa dibekali pemahaman mendalam mengenai pemenuhan nutrisi keluarga di Kecamatan Rengel. Selain pelatihan, kegiatan tersebut juga dibarengi dengan penyediaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi puluhan warga setempat.
Upaya pencegahan tengkes atau stunting menjadi fokus utama dalam program ini. Ahli Gizi Puskesmas Soko, Erma Dewiarti, menekankan pentingnya pemenuhan gizi yang seimbang, terutama pada periode krusial 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurutnya, pola makan sehat dan higienis tidak selalu membutuhkan biaya mahal, melainkan bergantung pada kebiasaan baik yang dibangun sejak dini di lingkungan keluarga.
Dari sudut pandang ketahanan pangan, Analis Ketahanan Pangan DKP2P Tuban, Wiwin Rista Kuswanti, mengajak warga melihat pekarangan bukan hanya sebagai lahan kosong, melainkan sebagai sumber pangan lokal yang murah dan bermutu tinggi. Lahan pekarangan yang dikelola dengan baik dapat berfungsi sebagai sarana edukasi praktis bagi keluarga dalam mengenali jenis pangan sehat di sekitar tempat tinggal mereka.
Tidak hanya berfokus pada ketahanan pangan, warga juga mendapatkan akses pemeriksaan medis gratis yang difasilitasi oleh ISTEK ICsada Bojonegoro dan Yayasan eL-SAL Indonesia. Layanan ini mencakup pengecekan kadar gula darah, kolesterol, asam urat, hingga tekanan darah, yang sangat erat kaitannya dengan pola konsumsi sehari-hari. Warga pun berkesempatan melakukan konsultasi langsung dengan tenaga medis mengenai pencegahan penyakit tidak menular.
Perwakilan EMCL, Feni K. Indiharti, menegaskan komitmen industri hulu migas dalam mendukung program prioritas Pemerintah Kabupaten Tuban untuk meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar wilayah operasi. Senada dengan hal itu, Ketua Yayasan eL-SAL Indonesia, Imam Muqroni, berharap agar para kader Pokja yang telah dilatih dapat menjadi motor penggerak aktif dalam menerapkan gaya hidup sehat di lingkungan mereka masing-masing.