Pemerintah Kabupaten Tuban terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mencetak generasi muda yang sehat melalui penyediaan fasilitas publik yang memadai. Upaya ini diwujudkan melalui kolaborasi dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) yang menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pembangunan lapangan futsal dan mini soccer senilai Rp849 juta.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, kepada Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky. Prosesi penyerahan ini berlangsung di sela-sela agenda Festival Mangrove Jawa Timur X yang digelar di Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Penyerahan bantuan ini turut disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama sejumlah pejabat daerah lainnya.

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan berkelanjutan dari Bank Jatim. Pria yang akrab disapa Mas Lindra ini menegaskan bahwa kemitraan antara pemerintah daerah dan sektor korporasi merupakan kunci penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur publik yang berdampak langsung pada masyarakat luas.

Menurut Mas Lindra, pembangunan lapangan olahraga ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan investasi sosial untuk masa depan. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda di Tuban untuk menyalurkan energi mereka, membiasakan pola hidup sehat, sekaligus menjadi kawah candradimuka dalam menjaring bibit-bibit atlet berprestasi daerah.

Sementara itu, Corporate Secretary Bank Jatim, Fenty Rischana, menjelaskan bahwa penyaluran CSR ini merupakan implementasi nyata dari komitmen perseroan dalam mendukung pembangunan SDM yang unggul dan berkelanjutan. Bank Jatim ingin senantiasa hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Melalui penyediaan lapangan olahraga yang representatif ini, kedua belah pihak berharap dapat memperkuat karakter pemuda Tuban agar lebih berdaya saing. Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari persiapan jangka panjang dalam mencetak generasi unggul yang siap menyongsong visi Indonesia Emas 2045.