Dalam upaya memperkuat sistem kesehatan nasional menyongsong Indonesia Emas 2045, Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta berbagai organisasi gereja. Sinergi ini diwujudkan melalui Seminar Nasional dan Deklarasi "Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045" yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat.

Forum strategis ini dihadiri oleh jajaran pemerintah, kalangan akademisi, praktisi kesehatan, serta tokoh-tokoh keagamaan. Selain menjadi wadah diskusi mengenai tantangan kesehatan masa depan, acara ini juga ditandai dengan penyerahan Buku Putih Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045 kepada pemerintah sebagai acuan perumusan kebijakan kesehatan di masa mendatang.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, mengingatkan pentingnya pemerataan akses terhadap fasilitas kesehatan bagi seluruh rakyat. Sementara itu, Dewan Kehormatan DPP PIKI, Hashim Djojohadikusumo, menekankan bahwa kemandirian sektor kesehatan adalah cerminan dari kedaulatan bangsa itu sendiri. Menurutnya, kolaborasi lintas elemen menjadi kunci untuk melahirkan sistem kesehatan yang adaptif, inovatif, serta berkeadilan.

Ketua Umum DPP PIKI yang menjabat sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyatakan bahwa investasi pada kesehatan masyarakat merupakan pilar utama pembangunan jangka panjang. Sejalan dengan itu, Wakil Menteri Kesehatan sekaligus Wakil Ketua Umum DPP PIKI, Benjamin Paulus Octavianus, menggarisbawahi pentingnya partisipasi publik dalam menyukseskan program promotif-preventif serta peningkatan mutu SDM medis di tanah air.

Apresiasi juga datang dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menilai gotong royong antara lembaga keagamaan, akademisi, dan pemerintah sangat krusial dalam menjamin kesejahteraan dasar warga negara. Melalui deklarasi ini, seluruh pihak berkomitmen untuk terus mengawal implementasi rekomendasi strategis demi terciptanya ketahanan kesehatan yang merata hingga pelosok negeri.