Sebanyak 77 pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bojonegoro masa bakti 2026–2029 resmi dilantik dalam sebuah prosesi formal di Ballroom Hotel Aston Bojonegoro, Sabtu (11/7/2026). Dr. Pramono Apriawan Wijayanto didapuk sebagai ketua, memimpin jajaran pengurus baru di hadapan jajaran Forkopimda serta perwakilan IDI Wilayah Jawa Timur.

Dalam arahannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menekankan bahwa sektor kesehatan merupakan pilar utama dalam agenda pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh elemen medis, baik di rumah sakit pemerintah maupun swasta, untuk meningkatkan sinergi dalam menghadapi tantangan kesehatan global yang kian dinamis, mulai dari dampak perubahan iklim hingga tren penyakit tidak menular.

"Pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung pengembangan rumah sakit di Bojonegoro. Kami mendorong setiap fasilitas kesehatan memiliki layanan unggulan agar mampu bersaing dan memberikan pelayanan optimal kepada seluruh masyarakat," tegas Setyo Wahono. Ia juga menyoroti pentingnya pergeseran paradigma kesehatan, dari sekadar penanganan kuratif ke arah upaya promotif dan preventif.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan IDI Jawa Timur, dr. Syaifuddin Zuhri, memberikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah. Pihaknya menginstruksikan para dokter untuk terus memperkuat kompetensi, mematuhi standar operasional prosedur, serta mengedepankan komunikasi empati kepada pasien sebagai perlindungan hukum sekaligus wujud profesionalisme.

Ketua IDI Bojonegoro terpilih, dr. Pramono Apriawan Wijayanto, menyatakan kesiapannya untuk membawa organisasi ke arah yang lebih inklusif dan profesional. Menurutnya, fokus utama kepengurusan ke depan akan menitikberatkan pada peningkatan mutu pelayanan, komunikasi efektif, serta tertib administrasi rekam medis.

Kegiatan pelantikan ini turut dimeriahkan dengan seminar ilmiah nasional bertajuk "Sexual Health as a National Investment" yang menghadirkan narasumber dr. Boyke Dian Nugraha, guna memperkaya wawasan para praktisi kesehatan di Bojonegoro.