Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas meninggalnya KD, warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, yang tewas akibat aksi main hakim sendiri di Kabupaten Tabanan. Korban dilaporkan mengembuskan napas terakhir setelah dikeroyok massa karena diduga tepergok mencuri ayam aduan milik warga setempat.

Kepergian KD menyisakan duka mendalam bagi keluarganya. Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak, di mana dua di antaranya masih berstatus sebagai pelajar aktif di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Merespons situasi tersebut, Bupati Sutjidra langsung menginstruksikan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan, untuk segera meninjau rumah duka. Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen untuk memberikan pendampingan psikologis serta menjamin masa depan pendidikan anak-anak yang ditinggalkan agar tetap bisa bersekolah.

Selain fokus pada bantuan keluarga, Bupati Sutjidra juga menyerukan pesan perdamaian agar tragedi serupa tidak terulang kembali. Ia meminta seluruh masyarakat untuk melakukan introspeksi diri dan mempercayakan segala bentuk dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum, alih-alih mengambil tindakan sepihak yang melanggar hukum.

Guna meredam potensi konflik pascakejadian, pihak pemerintah kecamatan telah bergerak cepat dengan merangkul para tokoh masyarakat setempat untuk menjaga situasi wilayah agar tetap kondusif. Peristiwa pengeroyokan tragis itu sendiri terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, pada Jumat dini hari.