Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pembinaan atlet daerah dengan tetap berpartisipasi pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) di Kabupaten Buol dan Kejuaraan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Langkah ini diambil meskipun daerah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran belanja.

Kebijakan pengetatan anggaran yang melanda seluruh tingkatan pemerintahan memaksa Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banggai melakukan seleksi ketat terhadap kontingen yang dikirim. Untuk ajang POPDA di Buol, Dispora memutuskan hanya memberangkatkan satu cabang olahraga, yaitu tim bola voli putra, dari semula empat cabang olahraga yang sempat dipertimbangkan.

Sekretaris Dispora Banggai, Irpan Milang, menjelaskan bahwa pembatasan ini didasarkan pada analisis peluang prestasi. Atlet bola voli putra dinilai memiliki potensi besar untuk membawa pulang medali emas. Keputusan taktis ini diambil agar efisiensi anggaran tidak menghalangi peluang atlet lokal meraih prestasi maksimal di tingkat provinsi.

Sementara itu, kontingen karate yang dikirim ke Kejuaraan FORKI di Palu mengusung misi krusial untuk mempertahankan predikat juara umum. Irpan optimistis bahwa delegasi karate Banggai mampu mempertahankan dominasi mereka dan kembali mengharumkan nama daerah pada kompetisi tingkat regional tersebut.

Upaya Pemkab Banggai ini membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan menjadi alasan terhentinya pembinaan olahraga prestasi. Melalui skala prioritas yang terukur dan pemilihan cabang olahraga unggulan secara strategis, ruang kompetisi bagi para atlet muda tetap dapat terjaga dengan optimal.