YOGYAKARTA — Pameran komoditas kopi tahunan, Jogja Coffee Week (JCW) 2026, tampil beda dengan memadukan tradisi racikan kopi dan kecanggihan teknologi masa depan. Dalam perhelatan tersebut, para pencinta kopi tidak hanya disuguhkan aroma biji kopi pilihan, tetapi juga pengalaman interaktif berkat kehadiran inovasi robotik dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Inovasi modern ini terwujud atas kolaborasi strategis antara ASKI Jawa Tengah-DIY, tim Cruzer, serta PT Botika Teknologi Indonesia. Sinergi lintas sektor tersebut dihadirkan untuk memberikan sentuhan anyar dalam pelayanan pameran sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat luas.

Salah satu atraksi utama yang menyedot perhatian pengunjung adalah pengoperasian robot commerce service. Berbekal sistem pemetaan digital yang terprogram presisi, robot ini mampu menyusuri area pameran secara mandiri untuk memandu pengunjung dan mengenalkan produk-produk unggulan ASKI. Menariknya, perangkat cerdas ini juga telah terhubung langsung dengan sistem Point of Sale (POS).

Project Manager Cruzer, Kenny Cornelius, mengungkapkan bahwa teknologi ini dirancang untuk mengoptimalkan pelayanan di berbagai sektor, termasuk industri perhotelan dan penyelenggaraan acara. "Robot ini berfungsi sebagai pemandu layanan. Kami memasukkan data produk ASKI dan mengaturnya sesuai peta lokasi, sehingga robot dapat beroperasi mengelilingi area pameran tanpa risiko tersesat," ujar Kenny, Jumat (4/9/2026).

Tak berhenti pada kecanggihan fisik robotik, pameran JCW 2026 turut memamerkan Digital Human AI bernama Luna. Perangkat buatan PT Botika Teknologi Indonesia ini hadir sebagai persona digital interaktif yang dibekali basis data lengkap seputar pameran, mulai dari denah lokasi booth, ragam varietas kopi, hingga rekam sejarah perjalanan Jogja Coffee Week dari masa ke masa.

Chief Operation Officer PT Botika Teknologi Indonesia, Ovandry C.J, menegaskan bahwa pembuat kecerdasan buatan tersebut merupakan hasil karya murni talenta lokal. "Teknologi AI ini 100 persen buatan Indonesia. Seluruh komponen pendukungnya, mulai dari Speech-to-Text (STT), Text-to-Speech (TTS), hingga Small Language Model (SLM), dikembangkan secara mandiri oleh tim kami," jelas Ovandry. Kehadiran inovasi ini menjadi sinyal positif masuknya industri kopi nasional ke ranah transformasi digital yang lebih modern.