Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif pada penutupan perdagangan hari Senin (13/7/2026). Setelah sempat bergerak volatil, indeks berhasil mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 1,92% atau 113,48 poin, membawa posisi IHSG kembali menembus level psikologis ke 6.037,84.

Aktivitas perdagangan mencatatkan nilai transaksi yang cukup likuid, mencapai Rp12,14 triliun dengan total volume saham yang berpindah tangan sebanyak 25,07 miliar lembar. Kenaikan ini didukung oleh dominasi sektor-sektor utama, di mana sektor bahan baku, energi, utilitas, dan finansial memimpin penguatan pasar secara keseluruhan.

Sentimen utama yang memicu reli pada menit-menit terakhir perdagangan adalah keputusan lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings, yang mempertahankan peringkat kredit jangka panjang Indonesia di level BBB dan jangka pendek di A-2. S&P memberikan outlook stabil dengan keyakinan bahwa tekanan ekonomi yang terjadi saat ini bersifat sementara.

Laporan tersebut menyoroti bahwa kebijakan pemerintah dalam mengendalikan belanja serta upaya reformasi tata kelola di sektor sumber daya alam menjadi sinyal positif bagi investor. Langkah konsisten pemerintah untuk menjaga defisit anggaran di bawah 3% dinilai sebagai jangkar kebijakan yang memperkuat keyakinan pasar terhadap fundamental ekonomi nasional ke depan.

Di jajaran saham, emiten perbankan besar seperti Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan emiten tambang Amman Mineral (AMMN) menjadi penopang utama penguatan indeks. Selain itu, saham-saham seperti BBCA dan BBNI juga turut memberikan kontribusi positif dalam menopang laju IHSG sepanjang hari perdagangan.