Kancah politik Amerika Serikat tengah dirundung duka mendalam menyusul kabar meninggalnya Senator senior dari Partai Republik, Lindsey Graham, pada Sabtu (11/7/2026). Politisi berusia 77 tahun tersebut dikabarkan mengembuskan napas terakhirnya secara mendadak setelah mengalami kondisi kesehatan yang kritis di kediamannya di Capitol Hill.

Pihak keluarga melalui juru bicara kantor senator menyampaikan permohonan privasi bagi keluarga yang ditinggalkan di tengah masa berkabung ini. Berdasarkan laporan dari otoritas setempat, tim medis sempat merespons panggilan darurat terkait henti jantung di kediaman Graham sebelum akhirnya ia dinyatakan meninggal dunia.

Kematian mendadak sosok yang dikenal sebagai tokoh sentral dalam kebijakan pertahanan dan urusan luar negeri AS ini memicu gelombang duka, terutama di Israel. Presiden Isaac Herzog secara terbuka menyatakan kesedihan mendalam atas kepergian pria yang ia sebut sebagai patriot Amerika sekaligus sahabat setia bagi rakyat Israel.

Sentimen serupa juga diutarakan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Dalam pernyataan resminya, Netanyahu menegaskan bahwa hubungan bilateral antara AS dan Israel telah kehilangan salah satu pendukung terkuatnya. Bagi Netanyahu, sosok Graham bukan sekadar mitra diplomatik, melainkan rekan dekat yang memiliki kontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas kemitraan kedua negara.

Lindsey Graham sendiri merupakan sosok berpengaruh yang baru saja menyelesaikan kunjungan kerja ke Kyiv, Ukraina, untuk bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelensky pada Jumat (10/7/2026). Mengabdi sebagai senator sejak tahun 2002, Graham tengah mempersiapkan diri untuk mencalonkan diri kembali dalam pemilihan paruh waktu yang akan datang sebelum peristiwa tragis ini terjadi.