Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Semarang menggelar kegiatan unik yang mengombinasikan sportivitas dan kepedulian sosial. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menjaga kesehatan melalui olahraga, tetapi juga memperkuat empati sosial antarsesama.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota saat membuka secara resmi turnamen persahabatan bertajuk 'Mak Jegagik Padel' yang berlangsung di lapangan Gets Courts, Kota Semarang. Acara ini sekaligus bertepatan dengan momentum perayaan hari jadi ke-4 komunitas Jurnalis FC, yang mempertemukan jajaran birokrasi, insan pers, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pelaku industri kreatif, hingga pegiat olahraga dalam satu arena.
Agustina menjelaskan bahwa nama 'Mak Jegagik' diambil dari istilah lokal yang berarti spontan atau mendadak. Istilah ini menggambarkan inisiasi cepat pelaksanaan turnamen padel untuk menyemarakkan HUT RI. Di balik kemeriahan kompetisi, panitia juga menyalurkan bantuan sosial berupa 250 paket sembako senilai Rp15 juta yang dialokasikan khusus bagi anak-anak yatim piatu di wilayah Kota Semarang.
Kemeriahan turnamen yang dimulai pada malam hari ini diikuti oleh 14 tim tangguh perwakilan dari Pemkot Semarang, DPRD Kota Semarang, PDAM Tirta Moedal, PHRI Jawa Tengah, perbankan daerah BPR/BKK, hingga aliansi media. Suasana keakraban semakin terasa hangat ketika Wali Kota Agustina, Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, serta Sekretaris Daerah Handi Priyanto turun langsung ke lapangan untuk bertanding bersama para peserta.
Berbeda dari kompetisi formal pada umumnya, turnamen 'Mak Jegagik Padel' menyuguhkan atmosfer yang penuh canda tawa dengan menghadirkan kategori penghargaan yang tidak biasa. Beberapa kategori unik seperti servis terkocak, pukulan tergemoi, smash tergokil, hingga raket cas-casan sengaja disiapkan agar seluruh peserta dapat melepaskan penat dan menikmati pertandingan tanpa beban persaingan yang kaku.
Ketua Panitia Acara, Gus Wahid, mengungkapkan bahwa seluruh persiapan turnamen ini memang dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Kendati demikian, sinergi yang terbangun antarinstansi, pelaku usaha perhotelan, dan para jurnalis diharapkan dapat terus terjaga secara berkelanjutan guna memberikan dampak positif bagi pembangunan kemasyarakatan di Kota Semarang.