Pasar saham Amerika Serikat mencatatkan kinerja positif pada penutupan perdagangan 9 Juli, didorong oleh performa cemerlang sektor teknologi dan semikonduktor. Indeks Nasdaq Composite berhasil menguat sebesar 1,3% ke level 26.206,89, sementara S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average masing-masing mencatatkan kenaikan 0,8% dan 0,27%.
Lonjakan ini dipicu oleh optimisme investor terhadap masa depan kecerdasan buatan (AI). Micron Technology mencatat kenaikan saham sebesar 4,5% menyusul rencana investasi strategis senilai lebih dari US$250 miliar hingga 2035 guna memperluas kapasitas produksi chip memori. Sentimen positif juga menyelimuti Meta Platforms setelah perusahaan mengumumkan langkah strategis untuk memproduksi chip AI secara mandiri mulai bulan September mendatang.
Meskipun pasar menunjukkan ketahanan, para analis tetap menyoroti adanya risiko sistemik akibat memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah serta ketidakpastian inflasi. Laporan mengenai eskalasi serangan antara Iran dan sasaran militer AS di kawasan Teluk menjadi perhatian utama investor. Stabilitas harga minyak dan kebijakan suku bunga Federal Reserve diprediksi akan menjadi faktor penentu arah pasar di masa mendatang.
Di sisi lain, investor mulai mengalihkan fokus pada musim laporan keuangan kuartal kedua. Berdasarkan data LSEG, pendapatan perusahaan dalam indeks S&P 500 diproyeksikan tumbuh rata-rata 24% secara tahunan, dengan sektor teknologi menjadi kontributor utama. Pasar juga merespons positif data pasar tenaga kerja AS yang tetap stabil, yang ditandai dengan penurunan klaim pengangguran pada pekan lalu.
Terkait kebijakan moneter, pasar terus melakukan penyesuaian ekspektasi terhadap langkah Federal Reserve ke depannya. Berdasarkan alat FedWatch dari CME Group, pelaku pasar saat ini mengantisipasi potensi kenaikan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase pada Desember mendatang, seiring dengan risalah rapat kebijakan yang menunjukkan adanya perdebatan di internal bank sentral tersebut.