Sektor perbankan, jasa keuangan, dan asuransi (BFSI) di India diproyeksikan menjadi motor penggerak utama dalam pasar teknologi informasi dan komunikasi (ICT) korporat sepanjang periode 2025 hingga 2030. Langkah ini sejalan dengan masifnya digitalisasi layanan keuangan di negara tersebut.
Berdasarkan analisis dari GlobalData, belanja teknologi di sektor BFSI diperkirakan tumbuh rata-rata 20,6 persen per tahun (CAGR). Kenaikan signifikan ini dipicu oleh masifnya investasi pada perbankan digital, sistem pembayaran modern, perlindungan data, keamanan siber, pembaruan sistem inti, serta analitik risiko secara langsung (real-time).
Secara akumulatif, sektor keuangan ini diperkirakan menyumbang hingga 14,5 persen dari total pendapatan pasar ICT di India. Secara umum, pasar ICT korporat di India sendiri diproyeksikan mengalami pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 15,5 persen hingga tahun 2030.
Analis teknologi GlobalData, Bhushan Firke, mengungkapkan bahwa derasnya aliran investasi dari pemerintah maupun swasta menjadi katalis penting bagi ekspansi pasar ini. Menariknya, teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi segmen dengan pertumbuhan paling agresif mencapai CAGR 54 persen, sementara komputasi awan tetap mendominasi dengan kontribusi 17,9 persen terhadap total pendapatan pasar.
Optimisme industri ini diperkuat oleh data survei yang menunjukkan bahwa sebanyak 92,3 persen pengambil keputusan teknologi di berbagai perusahaan India memilih untuk menaikkan anggaran belanja ICT mereka pada tahun 2026 ini jika dibandingkan dengan tahun lalu.