Sektor konstruksi nasional menunjukkan resiliensi yang impresif dengan mencatatkan angka pertumbuhan sebesar 9,51% sepanjang semester pertama tahun 2026. Kepala Departemen Statistik Industri dan Konstruksi, Phi Thi Huong Nga, mengungkapkan bahwa capaian ini didorong oleh pemulihan pasar properti pasca-akselerasi penyelarasan regulasi terkait Undang-Undang Tanah dan Perumahan oleh pemerintah.
Tren positif ini selaras dengan meningkatnya gairah dunia usaha, yang ditandai dengan lonjakan jumlah perusahaan properti baru sebesar 23,3% serta penambahan perusahaan di sektor konstruksi sebesar 15,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain regulasi, masifnya pencairan modal investasi negara untuk proyek infrastruktur transportasi nasional menjadi tulang punggung yang menopang volume pekerjaan kontraktor di tengah perlambatan sektor residensial.
Di balik angka pertumbuhan tersebut, tantangan fundamental tetap menghantui para pelaku industri. Berdasarkan survei terbaru, lebih dari 70% pengusaha konstruksi mengaku tertekan oleh harga material bangunan dan bahan bakar yang tetap tinggi, yang secara langsung menggerus arus kas perusahaan. Masalah ini diperparah dengan keterlambatan pembayaran utang proyek serta kesulitan dalam mencari tenaga kerja terampil yang memenuhi kualifikasi teknis.
Kondisi internal perusahaan pun turut menjadi perhatian, di mana sekitar 24,9% bisnis melaporkan keterbatasan daya saing yang menghambat mereka dalam memenangkan kontrak baru. Selain masalah permodalan, kompleksitas prosedur administrasi dan lambatnya proses pembebasan lahan masih menjadi hambatan birokrasi yang memperlambat laju operasional di lapangan.
Menyikapi tantangan di paruh kedua tahun 2026, komunitas bisnis berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah intervensi untuk menstabilkan harga material dan memastikan ketersediaan pasokan mineral. Langkah penyelesaian tunggakan pembayaran proyek konstruksi dasar juga dinilai krusial agar perusahaan memiliki ruang fiskal yang cukup untuk mempertahankan progres pembangunan hingga akhir tahun.