Sektor ekspor Vietnam menunjukkan resiliensi yang cukup menjanjikan di tengah ketidakpastian pasar global. Pada paruh pertama tahun ini, industri makanan laut mencatatkan angka penjualan ekspor sebesar 5,7 miliar USD, sebuah kenaikan signifikan sebesar 11 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Namun, di balik angka positif tersebut, para pelaku usaha kini menghadapi tekanan besar terkait biaya produksi yang melonjak, kenaikan tarif logistik hingga 30 persen, serta keterbatasan akses kredit perbankan.
Asosiasi Pengolahan dan Ekspor Makanan Laut Vietnam (Vasep) menyoroti bahwa hambatan utama yang kini dikeluhkan para pengusaha adalah lambatnya respons pemerintah dalam menindaklanjuti proposal perubahan regulasi. Banyak usulan yang masuk masih terjebak dalam status "dalam proses penanganan", yang berisiko menyebabkan bisnis kehilangan momentum dalam meraih pesanan baru di pasar internasional.
Vasep telah mengajukan 10 kelompok rekomendasi kepada berbagai kementerian, termasuk Kementerian Keuangan dan Kementerian Pertanian. Fokus utama dari usulan tersebut adalah penyederhanaan mekanisme penerbitan sertifikat ekspor, penyesuaian aturan pajak, serta perbaikan sistem ketertelusuran produk. Para pelaku bisnis sangat mengharapkan adanya panduan transisi yang jelas dan mekanisme terpadu antara pemerintah pusat dan daerah untuk memangkas birokrasi yang tumpang tindih.
Pemerintah Vietnam sendiri sebenarnya telah melakukan langkah progresif dengan menghapus sejumlah besar persyaratan bisnis dan menyederhanakan prosedur administratif. Kendati demikian, bagi pelaku industri, penyederhanaan ini harus melampaui sekadar pengurangan jumlah lisensi. Mereka menuntut terciptanya ekosistem bisnis yang lebih transparan dan efisien, di mana koordinasi antarlembaga negara dapat berjalan tanpa menambah beban biaya kepatuhan bagi perusahaan.
Pihak Kementerian Perindustrian dan Perdagangan menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi produksi dan meningkatkan daya saing barang ekspor Vietnam. Di tengah tren proteksionisme global dan tuntutan pembangunan berkelanjutan, penghapusan hambatan sejak dini dianggap sebagai kunci krusial agar sektor-sektor strategis seperti perikanan, tekstil, dan elektronik mampu menjaga posisi kompetitif mereka di rantai pasokan global serta mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius.