Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap tanggal 23 Juli menjadi momentum krusial untuk merefleksikan kembali pemenuhan hak-hak anak di Indonesia. Sejalan dengan tema tahun ini yang diusung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), yaitu 'Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan', perhatian terhadap aspek psikologis anak perlu ditanamkan sejak usia sedini mungkin, bahkan ketika mereka masih bayi.
Pakar kesehatan anak dari Harvard University, Dr. Lindsey C. Burghardt, MD, MPH, FAAP, menjelaskan bahwa kesehatan mental pada bayi merujuk pada kemampuan emosional dasar mereka. Hal ini mencakup kemampuan mengelola emosi, membangun kedekatan emosional dengan pengasuh, serta keberanian dalam mengeksplorasi lingkungan sekitar. Periode paling kritis bagi pembentukan fondasi psikologis ini terjadi sejak anak masih berada dalam kandungan hingga dua sampai tiga tahun pertama setelah kelahiran.
Faktor lingkungan memegang peranan vital dalam perkembangan mental ini. Stimulasi positif seperti hubungan interaktif yang responsif dengan orang tua, ketersediaan ruang terbuka hijau, dan lingkungan fisik yang bersih dari zat berbahaya seperti timbal akan sangat membantu perkembangan saraf anak. Sebaliknya, paparan polusi, kurangnya ruang bermain, serta minimnya asupan gizi seimbang dapat memicu kerentanan mental yang berdampak buruk hingga anak tumbuh dewasa.
Untuk mendukung kesehatan mental anak dari dalam rumah, orang tua disarankan menerapkan rutinitas harian yang konsisten. Kebiasaan sederhana namun teratur, seperti membacakan buku sebelum tidur atau makan bersama keluarga, terbukti dapat menciptakan rasa aman pada bayi. Rasa aman ini menjadi modal utama mereka untuk mengembangkan kepercayaan diri dan kestabilan emosi.
Selain itu, organisasi anak dunia UNICEF juga menekankan pentingnya waktu berkualitas antara orang tua dan buah hati. Aktivitas fisik luar ruangan, stimulasi rasa ingin tahu melalui bermain, serta interaksi sosial dengan lingkungan sekitar terbukti secara ilmiah dapat melepaskan hormon kasih sayang yang memperkuat ketahanan mental anak sejak usia dini.